Feminine Health

View (89)

Bagikan

HATI-HATI KEPUTIHAN DENGAN TANDA-TANDA BERIKUT!

Saat mengalami keputihan, seorang wanita akan mengeluarkan lendir dari vaginanya, lendir inilah yang berfungsi membawa sel-sel mati serta bakteri, sehingga vagina tetap bersih. Maka dari itu, keputihan tak selamanya berbahaya. 
tw_fem1

Lendir yang normal umumnya berwarna bening hingga keputih-putihan, tidak berbau. Lendir tersebut juga biasanya tidak disertai rasa gatal atau pedih pada daerah vagina. Sebaliknya keputihan yang tidak normal terjadi karena infeksi. Kondisi ini juga terkadang dapat menjadi indikasi dari penyakit-penyakit tertentu sehingga sebaiknya diwaspadai. Berikut kondisi keputihan yang harus diwaspadai:

 

1. Keputihan dengan lendir berwarna coklat

Jika keputihan berwarna coklat keluar satu atau dua hari setelah selesai menstruasi dan tidak disertai dengan gejala-gejala lainnya, maka hal tersebut tidak perlu terlalu dikhawatirkan karena merupakan sisa darah menstruasi. Selain itu juga bisa disebabkan oleh Kontrasepsi seperti pil KB atau metode implan, bisa memicu keluarnya keputihan berwarna coklat saat bulan pertama pemakaiannya.

Selain itu, keputihan dengan lendir berwarna coklat harus diwaspadai, biasanya disebabkan oleh siklus menstruasi tidak teratur.

 

2. Keputihan disertai rasa nyeri atau pendarahan

Rasa nyeri pada tulang panggul atau saat buang air kecil serta perdarahan di luar siklus menstruasi dapat mengindikasikan infeksi GO (kencing nanah) atau chlamydia (kalimidia). Selain itu, keputihan yang disertai pendarahan atau berwarna coklat yang disertai rasa nyeri di bagian bawah perut dan panggul dapat diindikasikan sebagai gejala kanker serviks.

 

3. Keputihan dengan lendir berwarna hijau, kuning, atau berbuih

Biasanya disebabkan oleh jamur trichomonas vaginalis. Lendir biasanya berwarna kehijauan, berjumlah banyak dan berbau amis, dan disertai rasa perih saat buang air. Keputihan jenis ini harus segera diperiksakan. Hal ini dapat meningkatkan resiko terkena penyakit radang panggul, dan infeksi menular seksual lainnya, seperti HIV. Jika pengidapnya sedang hamil, maka bayi yang ada di dalam kandungan berisiko lahir prematur dan memiliki berat badan rendah.

 

4. Keputihan disertai luka melepuh di sekitar genital

Biasanya disebabkan oleh herpes genital (virus herpes simplex). Penyakit ini akan menyebabkan munculnya lepuhan yang terasa sakit di sekitar organ intim. Terkadang Luka tersebut disertai rasa sakit dan gatal. Penyakit infeksi ini juga dapat ditularkan melalui luka kecil yang tidak tampak. Gejala ini dapat kambuh beberapa kali dalam setahun. Namun seiring terbentuknya sistem kekebalan tubuh terhadap virus herpes, frekuensi kekambuhannya akan berkurang.

 

5. Keputihan dengan lendir putih encer, atau abu-abu dan berbau amis

Perubahan keseimbangan pada jumlah bakteri normal di vagina dapat menyebabkan vaginosis bakterialis. Lendir keputihan yang muncul akan berbau amis, encer dan berwarna putih atau abu-abu, tapi tidak disertai rasa gatal atau iritasi. 

Jika mengalami tanda-tanda keputihan di atas, segera konsultasikan ke dokter agar mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Produk BETADINE Feminine Care