Tanya Wanita

Muncul Benjolan di Payudara, Apa Pertanda Kanker?

Article Image

Selain daerah kewanitaan, payudara merupakan aset yang harus dijaga oleh setiap wanita. Jika menemukan benjolan di sekitar payudara, sudah pasti wanita merasa khawatir, bukan? Hal ini yang pertama kali terlintas tentu kanker payudara. Namun, tak semua benjolan berujung pada vonis kanker.

Menurut Simon Marsh, ahli bedah payudara di Colchester Hospital University NHS Foundation Trust, ada banyak penyebab benjolan di payudara. Semua tergantung bentuk dan ukurannya.  Yuk, kenali sejumlah kondisi medis yang ditandai dengan benjolan pada payudara:


Infeksi Bakteri

Infeksi atau yang bisa disebut dengan mastitis menimbulkan benjolan yang terasa nyeri. Kondisi ini kerap dijumpai pada ibu menyusui. Penyebabnya:

- Ketika bakteri dari permukaan kulit kamu atau dari mulut bayi masuk ke saluran susu melalui puting. 

- Tertutupnya saluran susu. Hal ini terjadi ketika berhenti tiba-tiba saat sedang menyusui. Akibatnya susu kembali lagi ke saluran, sehingga memicu infeksi dan menimbulkan benjolan.

Mastitis dapat mengganggu momen menyusui karena payudara terasa seperti terbakar. Konsultasikan segera dengan dokter.


Fibroadenoma 

Merupakan benjolan padat berbentuk oval yang terjadi akibat kelebihan pembentukan kelenjar penghasil susu atau lobulus dan jaringan di sekitar payudara. Tidak terasa sakit dan jika disentuh akan terasa bergerak di bawah kulit. Penyebabnya, terjadi penggumpalan pada payudara dan umum terjadi pada wanita dengan jaringan payudara yang sensitif dan bereaksi dengan perubahan tingkat hormon. 


Perubahan Fibrokistik

Merupakan perubahan pada payudara karena ketidakstabilan hormon selama siklus menstruasi. Perubahan tersebut menimbulkan benjolan di payudara yang terasa nyeri.


Kista Payudara

Merupakan kantong berisi cairan dalam jaringan payudara, sehingga menimbulkan benjolan. Jika diraba, benjolan terasa lunak. Hal ini disebabkan oleh adanya perubahan kadar hormon sehingga memengaruhi tekstur jaringan payudara. Biasanya terjadi pada wanita berusia 35 sampai 60 dan ibu menyusui. Ada baiknya kista diperiksa lebih intensif karena dikhawatirkan menjadi kanker.


Jika Terjadi Benjolan Kanker

Kanker payudara secara umum disebabkan oleh ketidaknormalan sel dalam jaringan payudara.  Salah satu tanda atau peringatan yang umum dari kanker ini adalah munculya benjolan dan penebalan pada organ payudara. 

6 ciri benjolan yang harus diwaspadai:

1. Payudara mengalami perubahan ukuran atau bentuk.

2. Benjolan terasa keras. Biasanya tidak sakit dan jika ditekan, benjolan tidak bergeser.

3. Permukaan terasa tak rata & tak mudah digerakkan.

4. Kulit menjadi kemerahan, cekung seperti lesung pipi, dan bertekstur seperti kulit jeruk.

5. Puting susu tertarik ke bagian dalam, dan kadang mengeluarkan cairan yang mengandung darah.

6. Pada beberapa area payudara, terdapat penebalan kulit.


Pemeriksaan Medis yang Diperlukan

Beberapa pemeriksaan berikut diperlukan untuk mengetahui apakah benjolan di payudara merupakan benjolan kanker atau nonkanker.

- Ultrasonografi (USG).

- Mamografi.

- Kombinasi USG dan mamografi dapat mendeteksi tumor yang lebih ganas.

- MRI atau Pencitraan Resonansi Magnetik digunakan untuk pemeriksaan pada kasus yang lebih rumit.

- Biopsi merupakan pengambilan sampel pada lapisan tertentu dalam payudara untuk memastikan keberadaan sel abnormal. 


Sebaiknya lakukan pemeriksaan payudara sendiri secara rutin untuk meningkatkan sensitivitas terhadap perubahan pada payudara. Bila menemukan benjolan pada payudara, sebaiknya periksakan ke dokter untuk memastikan apakah benjolan pada payudara merupakan kanker. Yuk, selalu rawat payudara dan organ kewanitaanmu, Ladies!



Share to

Comments

Please login to comment

0 responses

Related Articles