Vaginal Health

Kenali Fakta dan Mitos Seputar Keputihan

Article Image

Selain bagian tubuh yang terlihat, kamu juga perlu memerhatikan kebersihan daerah kewanitaanmu lho, Ladies. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya masalah kesehatan pada area Miss V kamu, salah satunya adalah keputihan.

Ya, keputihan memang menjadi masalah yang sering dialami oleh kaum wanita. Kondisi yang ditandai dengan keluarnya cairan berlebih dari vagina ini bisa disebabkan oleh banyak hal; mulai dari kelelahan, perubahan hormon, hingga infeksi bakteri. Namun, ternyata masih ada beberapa mitos yang salah seputar keputihan, lho. Daripada salah kaprah, yuk cari tahu kebenarannya berikut ini!


Mitos: “Mengonsumsi Nanas, Terong, dan Timun Bisa Menimbulkan Keputihan."

Mitos satu ini bisa dibilang yang paling terkenal dan banyak dipercaya oleh para wanita. Padahal, tidak ada penelitian ilmiah yang membuktikan bahwa mengonsumsi nanas, terong, dan timun dapat menyebabkan penyakit keputihan.

Bahkan, ketiga makanan ini memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk kesehatan. Nanas mengandung antioksidan dan betakarotin yang dapat meningkatkan konsentrasi, sementara terong kaya akan resveratrol yang bisa mencegah penyakit jantung. Bukan cuma itu, timun yang serin dikaitkan dengan masalah keputihan juga memiliki kandungan vitamin A, B, dan C serta mineral yang baik bagi kesehatan kulit.


Mitos: Semua Keputihan adalah Normal dan Bisa Sembuh Sendiri.”

Pernyataan di atas tentu saja salah. Keputihan memang bisa dibilang normal jika cairan yang keluar berwarna bening atau keputih-putihan, serta tidak lengket dan berbau menyengat. Keputihan normal yang biasanya disebabkan oleh kelelahan atau perubahan hormon ini umumnya tidak berlangsung lama.

Namun, keputihan juga bisa disebabkan oleh infeksi bakteri di organ kewanitaan, dengan cairan keputihan berwarna coklat hingga kehijauan serta mengeluarkan bau yang menyengat . Jika mengalami keputihan jenis ini, sebaiknya segera temui dokter untuk mendapatkan pengobatan karena kondisi tersebut bisa menjadi indikasi masalah kesehatan yang lebih parah.


Mitos: “Obati Keputihan dengan Ramuan Herbal yang Dimasukkan ke Vagina”

Terdapat beberapa cara mengobati keputihan yang bisa kamu coba, salah satunya adalah dengan ramuan herbal yang dimasukkan ke dalam vagina. Namun, cara ini tidak direkomendasikan oleh dokter karena memasukkan benda asing yang belum tentu steril ke dalam organ kewanitaan, justru malah dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi. Lebih baik gunakan pembersih kewanitaan yang direkomendasikan oleh dokter, biasanya yang menganduung kandungan Povidone – Iodine. Povidone – Iodine ini terbukti secara efektif menghilangkan kuman penyebab keputihan.


Mitos: “Keputihan Dapat Disembuhkan dengan Air Rebusan Daun Sirih.”

Daun sirih memang mengandung zat antiseptik yang tinggi. Meskipun begitu, membilas organ intim menggunakan air rebusan daun sirih hanya mampu menghilangkan bakteri di permukaannya saja. Padahal, penyebab keputihan justru pertumbuhan bakteri yang terjadi di dalam Miss V. Untuk mendapatkan pengobatan yang tepat dan tentunya aman, sebaiknya konsultasikan masalah keputihan kamu dengan dokter ahli yang memang kompeten dalam menangani masalah organ kewanitaan.


Itulah beberapa mitos yang salah seputar keputihan. Bagikan informasi ini ke teman-temanmu juga supaya mereka tidak keliru, ya!


Share to

Comments

Please login to comment

0 responses

Related Articles