Tanya Wanita

Benarkah Miss V Semakin Longgar karena Sering Berhubungan Seks?

Article Image

Halo, Ladies! Kita tidak bisa memungkiri bahwa banyak orang yang percaya bahwa wanita yang  sudah pernah melakukan hubungan seksual, maka daerah kewanitaannya akan mengendur atau semakin longgar. Namun, apakah benar demikian? Mitos atau fakta, ya? Hmmm.. untuk itu, mari kita konfirmasi lebih lanjut!


Bisakah Miss V menjadi semakin longgar karena sering berhubungan intim? 

Nah, organ kewanitaan itu bersifat elastis dan hal inilah yang membuatnya dapat kembali ke bentuk asal usai bercinta. Akan tetapi, berhubungan intim secara berkala tentu memiliki efek lainnya pada masalah elastisitas dan kondisi Miss V. Jadi, longgar atau tidaknya Miss V tergantung masing-masing wanita. Faktanya, berapa kali pun kamu bersenggama dan berapa pun ukuran penis pasanganmu, Miss V akan kembali pada ukuran semula setelah berhubungan seks.


Mengapa bentuk dan karakteristik Miss V tiap wanita berbeda?

Vagina memang diciptakan dengan bentuk dan karakteristik yang unik pada tiap wanita. Itulah yang menjadi alasan kenapa hal ini sangat normal terjadi. Ada sebagian wanita yang memiliki Miss V berukuran kecil dan berbentuk oval. Sedangkan ada juga wanita yang memiliki vagina dengan ukuran lebih besar dan berbentuk tabung. Miss V pun dapat mengalami perubahan. Misalnya usai melahirkan di mana umumnya vagina akan terasa kering dan lebih longgar.


Mengapa klitoris membengkak dan kaku saat berhubungan seks?

Kitoris yang terletak di atas bibir vagina akan sedikit mengeras dan bisa membesar tiga kali lipat ketika wanita sedang sangat terangsang. Untuk beberapa wanita, mungkin hal ini dapat membuat mereka sulit buang air kecil. Akan tetapi, klitoris dapat kembali seperti semula selang beberapa saat usai berhubungan intim kok, Ladies.


Apakah Miss V dapat berubah seiring bertambahnya usia?

Ya, seiring bertambahnya usia seseorang, tentu kondisi Miss V juga dapat berubah. Kala memasuki usia 30-an, biasanya salah satu hal yang kerap dikeluhkan adalah kekeringan pada organ kewanitaan. Apalagi pada usia ini umumnya sudah mengalami proses melahirkan sehingga vulva dan vagina jadi lebih besar. Untungnya Miss V dapat kembali normal setelah melahirkan karena sifatnya yang elastis. Ketika memasuki usia 40-an, hormon estrogen akan menurun sehingga rambut kemaluan mulai menipis. Penurunan estrogen inilah yang menjadi transisi premenopause. Wanita umumnya akan mengalami menopause sekitar usia 50 – 52 tahun. Nah, gejalanya bisa berupa kekeringan dan perubahan elastisitas Miss V.


Itu dia beberapa pertanyaan terkait perubahann Miss V yang kerap ditanyakan oleh wanita.  Apa kamu juga punya pertanyaan seputar kewanitaan? Jika ada, jangan malu-malu untuk bertanya pada ahli kami dan dapatkan informasi lengkapnya!



Share to

Comments

Please login to comment

0 responses

Related Articles