Vaginal Health

5 Tips Basmi Bau Tak Sedap pada Miss V

Article Image

Bau tak sedap pada daerah kewanitaan kerap menjadi salah satu hal yang membuat kamu merasa tidak nyaman dan kurang percaya diri. Tapi yang juga kamu harus pahami adalah bahwa vagina tidak akan memiliki bau seperti bunga. Normalnya, vagina yang sehat memiliki bau amis yang sehat. Penyebab vagina bau pun bermacam-macam, mulai dari infeksi, keringat perubahan hormonal dalam siklus mensturasi, dan adanya perubahan tingkat keasaman vagina. Namun, jika disertai dengan gejala lain, maka kamu harus lebih waspada. 


Kenali Penyebabnya

Cara merawat daerah kewanitaan adalah hal yang penting. Itu sebabnya, kamu harus tahu apa saja yang menyebabkan ‘Miss V’ kadang berbau kurang sedap. 


Vaginosis bakterialis 

Pada dasarnya vagina memang mengandung satu jenis bakteri yang berfungsi menjaga pH normal pada organ kewanitaan agar tetap seimbang. Normalnya, pH vagina berada pada angka antara 3,5 sampai 4,5. Namun jika kamu mengalami vaginosis bakterialis, maka keasaman vagina menurun, dan menyebabkan bakteri tertentu mengalami peningkatan. Sehingga terjadi ketidakseimbangan bakteri atau kimia dan menyebabkan daerah kewanitaan seperti bau ikan. Selain itu, vagina akan mengeluarkan keputihan berwarna abu-abu atau putih, yang berair dan/atau encer.


Trichomoniasis 

Kondisi ini disebabkan oleh parasit protozoa, dan merupakan salah satu dari penyakit menular seksual. Gejala yang muncul: vagina berbau tidak sedap, memerah, terasa gatal, sering merasa ingin buang air kecil, tidak nyaman saat buang air kecil, keputihan berwarna hijau atau kuning, serta terjadi pembengkakan. Segera periksakan ke dokter, ya!


Selain beberapa hal di atas, meski jarang terjadi, penyebab timbulnya vagina bau lainnya adalah kanker serviks dan fistula rektovaginal.


Yuk, Sayangi Daerah Kewanitaan Kamu!

Kurangnya menjaga kebersihan organ kewanitaan juga bisa menjadi penyebab timbulnya vagina bau. Jaga kebersihannya dengan beberapa cara di bawah ini:

Hindari Penggunaan Celana Ketat 

Celana ketat biasanya meningkatkan kelembapan pada daerah kewanitaan yang dapat memicu infeksi dan berkumpulnya bakteri.


Kenakan Celana Dalam yang Terbuat Dari Katun 

Hal yang dianggap sepele namun bisa kamu lakukan supaya terhindar dari vagina bau adalah menggunakan pakaian dalam yang berbahan katun. Hindari pakaian dalam yang berbahan lycra dan polyester karena bisa menyebabkan ‘Miss V’ terlalu lembap karena bahan tersebut tidak menyerap keringat.


Konsumsi Buah dan Sayuran Secara Teratur 

Kamu harus mengonsumsi buah dan sayuran segar seperti kol, bayam, kangkung, dan selada. Selain itu, kamu juga harus pilih buah-buahan yang mengandung vitamin C yang dapat meningkatkan imun pada vagina. 


Ganti Pembalut Secara Berkala 

Jika kamu sedang dalam masa Red Days, selalu rajin mengganti pembalut setiap 3 – 4 jam sekali. Kurangi  penggunaan pantyliners atau sejenisnya jika tidak sedang haid. Karena pembalut atau pantyliners dapat meningkatkan kelembapan pada daerah kewanitaan. 


Bersihkan ‘Miss V’ Segera Setelah Buang Air Kecil 

Lalu, hindari cara menyeka dari belakang ke depan. Selain dapat mencegah bakteri yang ada di sekitar anus tidak masuk ke dalam vagina, cara ini juga dapat menurunkan risiko infeksi kandung kemih. Bersihkan ‘Miss V’ dengan menggunakan air yang mengalir. Jangan membiasakan menggunakan tissue basah untuk membersihkan “Miss V” saat buang air kecil karena akan menyebabkan daerah kewanitaan tambah lembab dan rentan terhadap bakteri.  


Gunakan Pembersih ‘Miss V’ pada saat diperlukan saja

Saat kamu membutuhkan pembersih kewanitaan seperti saat resiko infeksi meningkat, menstruasi da nada keluhan seperti gatal, iritasi, dan bau tak sedap, kamu bisa menggunakan pembersih daerah kewanitaan yang mengandung antiseptic Povidone Iodine seperti BETADINE® Feminine Hygiene untuk membantu membunuh kuman dan jamur penyebab keputihan pada wanita, gatal, serta bau tak sedap.



Share to

Comments

Please login to comment

0 responses

Related Articles